08175043008

Intip-Rahasia-Bangun-Tidur-Lebih-Cantik

Adanya kelainan saat menstruasi atau gangguan saat haid bisa disebabkan oleh banyak hal. Seperti kondisi organ reproduksi hingga hormonal. Selain itu, faktor kejiwaan atau stress juga bisa memicu terganggunya siklus haid, warna darah haid yang tidak normal hingga penyakit yang menyertai kelainan saat menstruasi.

Dijelaskan oleh dr. Unggul Prabowo, SpOG, spesialis kandungan RS Husada Utama. Dalam kondisi sehat, wanita mengalami siklus haid sekitar 28 hari. Namun, dalam kondisi tertentu siklus itu bisa berubah menjadi 21 hingga 35 hari. Begitu juga dengan rata-rata haid terjadi 5 hari. Namun dalam kondisi tertentu pula, rata-rata haid bisa terjadi antara 2 hingga 14 hari. Pada wanita yang sehat pula, darah yang keluar akibat menstruasi kurang lebih 10 ml hingga 80 ml per hari dengan rata-rata 35 ml per harinya.

Namun, kondisi  normal itu bisa berubah ketika gangguan kesehatan dan hormonal terjadi, maka gangguan saat haid juga akan terjadi. “Gangguan haid atau pendarahan dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya tumor jinak/ganas pada Rahim, mulut Rahim atau pada indung telur atau disebabkan oleh infeksi pada alat kelamin perempuan,” jelasnya.

Pada dasarnya, menurut Unggul, kelainan haid dapat dibedakan menjadi kelainan atas banyaknya darah yang keluar serta kelainan siklus.

VOLUME DARAH

Berdasarkan jumlah atau volume yang keluar, kelainan saat menstruasi dapat dibedakan menjadi dua jenis.

Hipermenorea :

Yaitu pendarahan haid yang lebih banyak dari normal dengan ditandai waktu lebih lama dari kondisi normal, yakni lebih dari 14 hari. Penyebabnya antara lain adanya mioma uteri, polip endometrium, gangguan pelepasan endometrium, disfungsional uterie bleeding hingga gangguan hormonal.

            “pada kasus yang ekstrim, darah bisa keluar dalam hitungan minggu, bahkan bulan,” jelas Unggul.

Hipomenorea :

Yaitu pendarahan haid yang lebih pendek atau kurang dari normal, yakni kurang dari dua hari. Penyebabnya bisa karena kesuburan endrometrium yang kurang akibat kurang gizi serta adanya penyakit menahun maupun gangguan hormonal.

KELAINAN SIKLUS

Dilihat dari kelainan siklus haid, ada beberapa kelainan saat menstruasi seperti berikut :

Polimenorea : Yakni siklus haid lebih pendek dari biasanya (kurang dari 21 hari siklusnya atau masa bersih tanpa darah haid yang kurang dari 2 minggu). Secara awam bisa terllihat sebagai haid yang terjadi dua kali atau lebih dalam satu bulan.

“Pada kasus ini banyaknya pendarahan bisa sama atau lebih banyak dari haid normal,” ungkap Unggul.

Oligomenorea : Yaitu siklus haid yang lebih panjang dari 35 hari. Pendarahan pada oligomenorea biasanya lebih sedikit dari ukuran normal. Penyebabnya, antara lain gangguan normal, psikologis, dan efek penyakit tertentu seperti TBC. “ Ada beberapa wanita yang haidnya dating dua bulan sekali.” Ujar Unggul mencontohkan.

Amenorea : Merupakan ketiadaan haid selama dua bulan berturut-turut. Hal ini dibedakan menjadi dua. Pertama Amenorea primer bila perempuan usia 18 tahun ke atas tidak pernah mendapatkan haid sama sekali. Penyebabnya adalah kelainan genetic/anatomi. Kedua, Amenorea sekunder bila perempuan ini pernah mendapat haid, tapi kemudian berhenti. Penyebabnya adalah gangguan kurang gizi, metabolisme, tumor, penyakit infeksi dan sebagainya.

CARA PENGOBATAN

Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan kelainan saat menstruasi. Namun demikian, Unggul menegaskan, pengobatan yang dilakukan haruslah berdasarkan penyebabnya. Jika karena gangguan hormonal, maka hormonnya harus distabilkan terlebih dahulu.

“Begitu juga jika diketahui penyebabnya adalah penyakit lain, maka penyakit tersebut harus disembuhkan. Dan jika penyebabnya ada stress, maka kondisi emosionalnya harus distabilkan dengan berbagai macam terapi yang mendukung,” kata Unggul.

Amenore dapat terjadi karena seorang wanita terlalu gendut maupun terlalu kurus. Untuk itu, Lakukan diet atau penuhi asupan gizi agar hormon di dalam tubuh anda stabil. Anda bisa juga melakukan totok vagina  atau buat sendiri ratus vagina untuk memperlancar siklus haid.